GEOGRAFIS KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
1. Letak Geografis
Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir terletak di bagian timur Provinsi Sumatera Selatan dan dicirikan oleh bentang alam yang terdiri dari 75% rawa dan 25% daratan. Selain itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir dialiri oleh banyak sungai dan juga memiliki wilayah pantai atau laut. Letak geografis Kabupaten Ogan Komering Ilir berada di antara 104o,20´ - 106o,00´ Bujur Timur dan 2o,30´ - 4o,15´ Lintang Selatan, dengan ketinggian rata-rata 10 meter di atas permukaan air laut. Batas-batas wilayah administratif Kabupaten Ogan Komering Ilir dapat diuraikan sebagai berikut.
Sebelah Utara: Kabupaten Banyuasin
Sebelah Selatan: Provinsi Lampung
Sebelah Barat: Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten OKU Timur
Sebelah Timur: Selat Bangka dan Laut Jawa
Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan ibu kota Kayuagung memiliki luas wilayah sebesar 19.023,47 km2 atau 21,86 persen dari keseluruhan luas Provinsi Sumatera Selatan. Dengan luas tersebut, Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi daerah terluas di Provinsi Sumatera Selatan, dengan kepadatan penduduk sekitar 41-42 jiwa per Km2 pada tahun 2016. Wilayah paling luas adalah Kecamatan Tulung Selapan (5.363,65 km2) dan kecamatan paling sempit luas wilayahnya adalah Kecamatan Sirah Pulau Padang (102,08 km2).
2. Keadaan Alam
Keadaan alam di Kabupaten Ogan Komering Ilir menunjukkan kondisi iklim, curah hujan, topografi, keadaan tanah, hidrologi, serta flora dan fauna.
2.1. Iklim dan Curah Hujan
Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan daerah yang beriklim tropis dengan dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan umumnya berkisar antara bulan November sampai dengan bulan April, sedangkan musim kemarau berkisar antara bulan Mei sampai dengan bulan Oktober setiap tahunnya. Penyimpangan musim biasanya terjadi lima tahun sekali, yaitu musim kemarau yang lebih panjang dari pada musim penghujan.
Sementara itu, rata-rata curah hujan di Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2011-2015) adalah sekitar 2.400 mm/tahun atau sekitar 200 mm/bulan. Ini berarti bahwa situasi rata-rata curah hujan di Kabupaten Ogan Komering Ilir setiap bulannya termasuk ke dalam kategori sedang. Adapun untuk rata-rata jumlah hari hujan selama satu tahun adalah sekitar 109 hari atau sebanyak 9 sampai 10 hari setiap bulan. Temperatur udara (suhu) di Kabupaten Ogan Komering Ilir selama periode tahun 2011 hingga tahun 2015 memiliki rata-rata sekitar 27oC sampai dengan 28oC, dengan kelembaban udara rata-rata sebesar 82%.
Curah hujan di Kabupaten Ogan Komering Ilir sangat berpengaruh terhadap kondisi hidrologi wilayah. Pada musim penghujan terjadi kenaikan permukaan air atau peningkatan volume air. Sebaliknya, pada musim kemarau terjadi penurunan permukaan air atau penyusutan volume air. Sebagai konsekuensinya, pada periode kenaikan permukaan air terdapat kecenderungan dataran-daratan rendah tergenang air atau mengalami banjir dan pada masa penyusutan air banyak dijumpai daerah cekungan terutama yang dangkal mengalami kekeringan. Fenomena alam seperti ini terjadi pada setiap perubahan musim. Dengan demikian, Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki daerah-daerah yang rawan banjir dan rawan kekeringan akibat perubahan pola hidrologi.
2.2. Topografi
Secara umum topografi Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 10 meter di atas permukaan laut (mdpl). Daerah yang paling rendah adalah Kecamatan Air Sugihan dengan ketinggian hanya 8 mdpl, sedangkan yang tertinggi adalah di Kecamatan Mesuji Makmur, Desa Kampung Baru dengan ketinggian mencapai 98 mdpl.
Kabupaten Ogan Komering Ilir terletak pada bentang alam dataran rendah yang menempati sepanjang Pulau Sumatera bagian timur. Wilayah ini sebagian besar memperlihatkan tipologi ekologi rawa, meskipun secara lokal dapat ditemukan dataran kering. Dengan demikian, wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir dapat dibedakan menjadi dataran lahan basah dengan topografi rendah (lowland) dan dataran lahan kering yang memperlihatkan topografi lebih tinggi (upland).
Daerah lahan basah hampir meliputi 75% wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan dapat dijumpai di kawasan sebelah timur seperti Kecamatan Air Sugihan, Kecamatan Tulung Selapan, Kecamatan Cengal, dan Kecamatan Sungai Menang. Sedangkan, lahan kering terdapat di wilayah dengan topografi bergelombang, yaitu di Kecamatan Mesuji Makmur, Kecamatan Lempuing dan Kecamatan Lempuing Jaya.
Daerah pegunungan hampir tidak ada, hanya terdapat daratan sempit dan daerah yang berbukit-bukit di Kecamatan Pampangan. Di sisi Timur terdapat garis pantai yang memanjang dari kecamatan Sungai Menang, Cengal, Tulung selapan dan Kecamatan Air Sugihan. Garis pantai tersebut bermuara pada Laut selat Bangka.
2.3. Keadaan Tanah
Tanah penyusun wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir terdiri dari berbagai jenis mulai dari glei humus dan organosol, latosol, litosol, podsolik, aluvial hidromorf, sampai hidromorf. Jenis tanah yang paling dominan di Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah glei humus dan organosol yang berasosiasi dengan air (rawa), litosol dan podsolik. Tanah glei humus dan organosol (+ air) tersebar luas terutama di wilayah Kecamatan Air Sugihan dan Kecamatan Tulung Selapan. Jenis tanah ini merupakan endapan rawa.
Untuk jenis latosol dijumpai di Kecamatan Pampangan dan Kecamatan Pedamaran. Di daerah ini latosol berwarna coklat kemerahan. Seri tanah podsolik dan hidromorf yang terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ilir dijumpai utamanya di wilayah Kecamatan Mesuji, Kecamatan Mesuji Makmur dan Kecamatan Mesuji Raya. Secara umum jenis tanah memperlihatkan warna coklat.
Jenis tanah yang lain dan tergolong cukup luas penyebarannya adalah podsolik berwarna kuning yang dijumpai di Kecamatan Sungai Menang. Podsolik berwarna kuning dan hidromorf terdapat di wilayah Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya, sedangkan podsolik berwarna coklat kekuningan dijumpai di Kecamatan Cengal. Selain podsolik, di Kecamatan Cengal terdapat jenis tanah latosol berwarna coklat dan litosol. Untuk seri tanah latosol yang berwarna merah kekuningan penyebarannya tidak begitu luas, dan terutama tersebar di Kecamatan Pangkalan Lampam.
Jenis tanah yang memiliki penyebaran tidak terlalu luas namun lebih beragam pada umumnya dijumpai di kawasan barat Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kecamatan Sirah Pulau Padang dan Kecamatan Jejawi mempunyai jenis tanah litosol dan latosol coklat, serta glei humus dan organosol. Kecamatan Teluk Gelam dan Kecamatan Kota Kayuagung didominasi oleh glei humus dan organosol, sedangkan Kecamatan Tanjung Lubuk memiliki jenis tanah aluvial hidromorf dan hidromorf kelabu.
2.4. Hidrologi
Pola aliran sungai di Kabupaten Ogan Komering Ilir secara umum dapat dikategorikan sebagai pola aliran dendritik (berpola menyerupai pohon), dibentuk oleh sungai utama sebagai ”batang pohon” dan anak-anak sungai sebagai ”dahan/ranting pohon”. Pola aliran sungai seperti ini mencerminkan bahwa daerah tersebut memiliki topografi datar dengan kekerasan batuan relatif sama (uniform), sehingga air permukaan (run off) dapat berkembang secara luas dan membentuk pola aliran sungai (river channels) yang menyebar.
Sistem hidrologi yang membentuk danau di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir pada prinsipnya termasuk ke dalam satuan geomorfik rawa, karena air yang terakumulasi di dalam cekungan tersebut pada umumnya berasal dari rawa yang berada di sekitarnya. Di Kabupaten Ogan Komering Ilir dijumpai empat danau yaitu danau Deling di Kecamatan Pampangan, danau Air Nilang di Kecamatan Pedamaran, danau Teluk Gelam di Kecamatan Teluk Gelam dan danau Teloko di Kecamatan Kayuagung.
Selanjutnya, berdasarkan Daerah Aliran Sungai (DAS), wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir terdiri dari 10 DAS, yaitu DAS Batang, DAS Jatingombol, DAS Jeruju, DAS Koyan, DAS Musi, DAS Pidada, DAS Pulau Dalem, DAS Riding, DAS Teluk Daun, dan DAS Teluk Puleh. Di daerah aliran sungai banyak terdapat lebak yang pasang surut airnya dipengaruhi oleh musim. Pada musim penghujan lebak terendam air, namun di musim kemarau airnya surut. Terdapat juga bagian daerah yang airnya tidak pernah kering, dikenal dengan istilah lebak lebung. Lebak lebung merupakan tempat perkembangbiakan ikan yang alami dan potensial.
2.5. Flora dan Fauna
Keanekaragaman hayati di Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan jenis tanaman dan binatang daerah tropis. Tanaman hutan yang lazim ditemui antara lain meranti, merawan, terentarang, gelam, pelawan, dan petanang. Sedangkan tanaman perkebunan yang paling dominan adalah karet, kelapa sawit, dan kelapa. Padi, palawija serta sayur-sayuran merupakan tanaman pangan yang terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Di samping itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir juga dikenal sebagai sentra buah seperti duku, durian, rambutan, nangka, jeruk, pepaya dan pisang. Adapun, jenis fauna yang terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagian besar merupakan binatang liar, antara lain beruang, rusa, kancil, harimau, babi hutan, buaya, ular, kera, dan tenuk. Sementara, binatang yang umumnya diternakkan di antaranya adalah sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, dan itik.
Sumber, Data Sektoral Bappeda Kab. OKI
Sumber, Data Sektoral Bappeda Kab. OKI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar